[Renungan 14 Januari 2014] Satu Sentuhan


 Ibr 2: 14-18; Mzm 105; Mrk 1:29-39

Dalam kisah Mrk 1:21-28, suasana heboh sangat terasa, karena terjadi di ranah publik. Di situ, Yesus menunjukkan kuasa (Yun. exousia), baik dalam mengajar mau pun mengusir roh jahat. Pada kisah penyembuhan mertua Petrus, suasana lain sama sekali. Ada privacy dan sentuhan menjadi satu cara Yesus menyembuhkan sang mertua. Yesus memegang tangan dan ‘membangunkannya’ (Yun.egeiró).

Ungkapan egeiró ini istimewa. Dalam Markus, egeiró dipakai untuk menggambarkan penyembuhan yang dilakukan kepada anak yang tampak sudah mati, karena siksaan roh bisu yang merasuki (Mrk 9:27), dan juga untuk menggambarkan kebangkitan Yesus dari mati.

Melalui ungkapan egeiró, ‘membangunkan’ ini, mau ditunjukkan bahwa setiap penyembuhan selalu memberi kehidupan dan kekuatan baru. Markus mengisahkannya, setelah sembuh, ibu mertua Petrus langsung melayani (Yun. diakoneó) mereka. Satu sentuhan dari Tuhan, ternyata telah memunculkan model evangelisasi baru. (RBP/hidupkatolik.com)

 

Woiii, umat Paroki Servatius. Kalo pada punya berita apa kek, poto apa kek, kegiatan apa kek, mao nyang lingkungan, apa nyang kategorial bisa ditongolin di media, kirim aja ke : parokisantoservatius@gmail.com

 :