[Renungan 2 Februari 2015] Persembahan Hidup


Persembahan Hidup - Foto : hidupkatolik.com

Mal 3:1-4; Mzm 24; Luk 2:22-40

Pernahkah Anda merindukan sesuatu sedemikian rupa, sehingga belum ingin mati sebelum hal tersebut terlaksana? Sesuai hukum Yahudi, orang tua Yesus membawa-Nya untuk di persembahkan di Bait Allah. Peristiwa itu menandai kehadiran keselamatan definitif yang telah lama dinanti-nantikan umat manusia.

Kidung Simeon dan Hana adalah litani kerinduan terdalam para penjaga Bait Allah yang setia melakukan tugas. Mereka berjaga siang dan malam menantikan saat rahmat yang boleh dicecap dan disentuh melalui kanak-kanak Yesus yang dipersembahkan dalam Bait Allah. Rahmat memiliki sekurangnya dua sayap yang menciptakan keseimbangan untuk melihat dan menyambut kehendak Allah, ya itu sukacita kelahiran dan dukacita kematian.

Simeon meramalkan betapa hati Maria, ibu Yesus, akan tertusuk pedang tajam akibat perbantahan dunia yang kelak di bawa Yesus, persis bersamaan ketika Yesus dipersembahkan ke dalam Bait Allah. Ini menunjukkan bahwa kita perlu bersiap untuk menyambut sisi terang dan gelap, sehat dan sakit, gembira dan sedih dalam hidup ini. Juga sebagai kesatuan yang penuh dalam menerima rahmat keselamatan dari Allah, Tuhan kita. (RBP/hidupkatolik.com)

Woiii, umat Paroki Servatius. Kalo pada punya berita apa kek, poto apa kek, kegiatan apa kek, mao nyang lingkungan, apa nyang kategorial bisa ditongolin di media, kirim aja ke : parokisantoservatius@gmail.com

 :