Suatu Jumat Senja . . . .


BIA Lingkungan Bernadino Realino - Foto : Lingkungan Bernadino Realino

Kiprah Kecil Bina Iman di Lingkungan Bernardino Realinino

Jum’at sore pertengahan April . . . .

Geliatrumah di blok B7-31 Perumahan Citra Gran mulai nyata. Pintu pa­gar sudah terbuka, siap menyambut datangnya para ‘terunamuda’ lingkungan Bernardino Realino ( Be Real ). ‘Grandma’Lidya, sang nyonya rumah,baru selesai membersihkan halaman ber­lantai keramik. Di ruang tamu, Bu Femi, Bu Lucy, Bu Liana, Bu Irene dan Pak Ming berbagi tugas menata ruang menjadi kelas, menyiapkan files presentasi dan lagu. Sekaligus menginventarisir perlengkapan kegiatan kreativitas sore itu.

Geliat bertahap menjadi gerak bangun ketika kum­pulan ‘terunamuda’ mulai melakukan gerak-dan-lagu atas satu dua lagu pembuka dipimpin Bu Lucy di jam empat lebih. Kemudian sebuah doa singkat dan polosdibawakan Melissa – salah satu peserta Bina Iman Anak (BIA) – mengawali acara formalnya.

Sore itu, Irene – juga peserta BIA – mendapat giliran mengisi slot Cerita dari Teman. Dengan tenang gadis cilik itu bercerita tentang pengalaman puteri raja yang disadarkan dari kesombongan sehingga kemudian menjadi puteri yang rendah hati. Sambil bertutur Irene memperlihatkan gambar adegan yang sedang dituturkannya, sebuah gaya show and tell yang menarik.

Slot Katekismus menyusul. Rangkaian gam­bar menjelaskan tentang simbol-simbol yang sering dijumpai di seputar Paskah. Arti simbol anak domba, telur dan kelinci tertayang di layar kaca ditingkahi narasi Bu Lucy.

Injil berikut penjelasannya yang berkisah tentang penampakan Yesus di depan para murid setelah kebangkitan-Nya disampaikan oleh‘Grandma’ Lidya dibantu Bu Lucy (untuk peserta anak-anak) dan Pak Ming dibantu Bu Irene (untuk peserta pra-remaja). Sejumlah hal yang penting dari bacaan diperluas agar bacaan Injil menjadi applicable dalam keseharian.

Karena hari itu masih dilingkupi suasana Paskah, slot kegiatan kreativitas sore itu juga mengusung tema Paskah. Dengan bahan-bahan sederhana, di antaranya gelas aqua, kapas, kertaskarton, para peserta Bina Iman sore itu diajak membuat ‘keranjang’ KelinciPaskah.

Suasana menjadi cukup riuh ketika semua peserta menyelesaikan hasta karya mereka sambil berceloteh dan berbagi-tukar lem serta gunting. Setelah selesai berkarya, semua begitu gembira dengan ‘keranjang’ Kelinci Paskah biru atau pink-nya. Dan suasana bertambah riuh ketika mereka saling bertukar-bagi permen (sudah disiapkan setiap peserta) dan kemudian mengisikannya kedalam ‘keranjang’ masing-masing.

Jam sudah menunjukkan setengah enam ketika seluruh rangkaian acara sore itu ditutup dalam doa penutup (plus doa makan); tidak ketinggalan berkat atas masing-masing peserta yang disampaikan Grandma. Melengkapi kegembiraan sore itu, para ‘terunamuda’ makan bersama hidangan yang sudah dise­diakan. Kemudian, satu per satu, mereka meninggalkan lokasi, pulang ke rumah masing-masing.

Jum’at, di ambang malam ...

Geliat rumah di blok B7-31 itu sudah lewat. Geliat yang sama akan berulang 2 minggu lagi karena, sejak lebih setahun lalu, kegiatan Bina Iman ini berlangsung hanya 2 kali dalam sebulan (biasanya di Jum’at kedua dan keempat tiap bulan).

Pintu pagar sudah ditutup.

Anggota tim Bina Iman Be Real, secara tidak resmi ‘di-kepala-suku-i’ Grandma Lidya, menyelesaikan membe­reskan sisa-sisa ‘kehebohan’ Bina Iman Anak dan Pra-remaja sore itu. Setelah berbincang akrab sejenak dan menentukan saat pertemuan mendatang (untuk mempersiapkan Bina Iman berikutnya) mereka beranjak pulang. Ta­wa serta celoteh anak-anak dan pra-remaja yang terngiang da­lam benak melahirkan senyum di hati mereka. Senyum yang mengantar doa agar apa yang mereka lakukan sebisanya barusan boleh disempur­nakan-Nya menjadi satu batu dari bangunan iman para ‘teruna muda’ lingkungan tercinta.

Albertus Sudibyo

Umat Lingkungan Bernardino Realino

Woiii, umat Paroki Servatius. Kalo pada punya berita apa kek, poto apa kek, kegiatan apa kek, mao nyang lingkungan, apa nyang kategorial bisa ditongolin di media, kirim aja ke : parokisantoservatius@gmail.com

 :