[Renungan 4 Mei 2015] Ketika Pelayanan


Roh Kudus Pemersatu - Foto : hidupkatolik.com

Di Ikonium, Paulus dan Barnabas mewartakan kabar gembira tentang Yesus Kristus. Namun, orang-orang Ikonium bersama orang-orang Yahudi menolak dengan keras. Penolakan mereka tidak sepele, tetapi menyangkut keselamatan nyawa karena mereka menimbulkan gerakan untuk menyiksa dan melempari Paulus dan Barnabas. Apakah mereka sedih, hancur, menyerah kalah dan ber henti? Tidak. Paulus dan Barnabas menyingkir ke kota-kota di Likaonia yaitu Listra dan Derbe untuk terus mewartakan Injil.

Di tempat baru ini justru mereka diterima dengan luar biasa. Mereka malah didewa-dewakan dengan menyebut Barnabas sebagai Dewa Zeus sedangkan Paulus sebagai Dewa Hermes. Lantas mereka membawa hadiah berupa lembu-lembu jantan dan karangan-karangan bunga kepada Paulus dan Barnabas. Tapi kedua rasul ini tidak mau terbuai dengan segala keuntungan materi. Keduanya menjelaskan bahwa mereka adalah manusia biasa.

Pelayanan, entah itu ketika ditolak atau pun diterima, ketika gagal ataupun ber hasil, mudah sekali menghancurkan dan mengaburkan motivasi kita. Ketika pelayanan menimbulkan konflik, masih mampukah kita tetap terus bertahan? Sebaliknya, ketika kita dianggap hebat dan terkenal, masih sanggupkah kita untuk tidak jatuh pada kesombongan? (RBP/hidupkatolik.com)

 

 

Woiii, umat Paroki Servatius. Kalo pada punya berita apa kek, poto apa kek, kegiatan apa kek, mao nyang lingkungan, apa nyang kategorial bisa ditongolin di media, kirim aja ke : parokisantoservatius@gmail.com

 :