[Renungan 6 Mei 2015] Bersih Karena Firman


Memetik Anggur - Foto : hidupkatolik.com

Relasi segitiga antara Bapa, Yesus dan murid-murid-Nya menjadi pola yang sangat membantu kita dalam membaca Injil Yohanes. Dengan indah, dalam bacaan Injil relasi itu diumpamakan dengan relasi antara pengusaha kebun anggur, pokok anggur dan ranting-rantingnya. Ada relasi khusus yang terjalin dalam ketiganya. Pengusaha kebun anggur adalah pemilik dari semuanya. Namun, ia tidak bisa berpangku tangan. Ia harus telaten merawat, menjaga, dan menjamin keberlangsungan produksi dari kebun anggurnya.

Pohon anggur adalah jenis tanaman yang unik. Keberhasilan sebuah kebun anggur terlelak pada batang utama anggur. Asal perawatannya tepat dan teliti, ia akan menghasilkan buah anggur yang banyak dan berkualitas. Pokok anggur ini tidak pernah ditebang. Setelah masa panen, hanya buah-buah, daun dan ranting-rantingnya saja yang dipangkas.

Yesus adalah pokok anggur yang baik, yang memberi jaminan kepada ranting-ranting untuk berbuah banyak. Ranting tidak pernah bisa dilepaskan dari pokok anggur. Dalam relasi segitiga ini, Bapa dan Yesus selalu memberi jaminan, ter gantung kita sebagai sisi yang ketiga. Kuncinya adalah Tinggal di Dalam Dia. Yesus menggarisbawahi pentingnya Kitab Suci yang selalu membantu kita untuk membersihkan diri sebagai ranting hingga menghasilkan buah yang lebih banyak lagi. (RBP/hidupkatolik.com)

 

 

Woiii, umat Paroki Servatius. Kalo pada punya berita apa kek, poto apa kek, kegiatan apa kek, mao nyang lingkungan, apa nyang kategorial bisa ditongolin di media, kirim aja ke : parokisantoservatius@gmail.com

 :