[Renungan 10 Mei 2015] Pergi dan Menghasilkan Buah


Tuhan merupakan yang pertama dan satu-satunya yang memanggil serta memilih orang menuju kepada-Nya. Orang bisa mengambil langkah dan menjalani usaha apa pun untuk beriman. Bahkan, melalui jurang atau gunung yang terjal dan tinggi, orang menempuhnya untuk beriman. Dan, banyak orang yang mengantar atau membantu orang itu untuk mendalami, mengajar, dan mendidik tentang iman kepadanya. Namun, tetaplah Tuhan yang memanggil dan memilih orang kepada- Nya.

Panggilan dan pilihan itu adalah kasih. Betapa besar kasih Allah kepada manusia. Kasih itu diberikan- Nya dalam diri Yesus Kristus, Putra-Nya yang Tunggal. Allah adalah Kasih! Kasih adalah kepribadian Allah. Allah memberikan Diri dan mengundang manusia untuk masuk ke dalam hidup-Nya, ke dalam diri-Nya! Menerima Allah itulah beriman, yakni mengharapkan kepenuhan, kesempurnaan dari Allah sendiri dan dari Allah saja.

Kita dipanggil dan dipilih untuk menerima kasih Allah, serta mengikuti perintah-Nya. Perintah Allah itu adalah mengasihi Allah dengan sepenuh hati dan mencintai sesama seperti kita mencintai diri sendiri.

Yesus Kristus adalah kehadiran dan jawaban kasih Allah, kasih kepada manusia. Orang yang mengenal Allah dan beriman kepada-Nya di dalam Yesus mendapat karunia Roh Kudus, yang mengantar manusia ke dalam seluruh kebenaran, yakni kebenaran yang membebaskan. Roh Kudus, kebijaksanaan Allah memberi pengertian, cita rasa, dan energi Ilahi yang memampukan manusia untuk bersekutu dengan Allah, seperti carang pada pokok anggur.

Dalam Roh itu, kita tahu bahwa kita adalah kecintaan, pilihan, dan utusan Tuhan. Kita pun tahu bahwa kita telah lepas dari cengkeraman maut dan jerat dosa yang mematikan. Kita bisa hidup karena dicintai Tuhan dan menghidupkan karena cinta yang dianugerahkan Tuhan kepada kita. Kita tahu dan yakin, semua orang adalah saudara kita karena kita dicintai oleh Tuhan sendiri, apapun sikap dan tindakan mereka dalam hidup.

Di dalam Kristus dan dengan terang Roh Kudus, kita tahu bahwa ibadat kita adalah kasih, bukan upeti, bukan jampi-jampi atau mantra, bukan pemanis atau pelaris. Beriman kepada Allah dalam Yesus Kristus adalah bersekutu dengan Allah dan hidup dengan Allah sendiri. Segala bentuk ibadat mesti dihayati dengan iman dan cinta, serta memurnikan dan meneguhkan iman kita. Seperti ketika orang banyak datang lagi kepada Yesus sesudah makan kenyang dengan roti yang digandakan, Yesus menunjukkan bahwa diri- Nya-lah Roti Kehidupan.

Allah telah mengutus Yesus untuk membebaskan manusia. Inilah bukti betapa Tuhan sungguh memberi kita segala kekayaan dan kepenuhan rahmat-Nya. Oleh karena itu, jika Tuhan mengutus kita untuk pergi, keluar, dan bergerak, kita pergi bersama Dia. Dia selalu menyertai kita! Bersama dengan Ia, kita tak mungkin tidak subur dan berbuah. Kita menjadi kerdil – bahkan tidak berbuah– karena tidak pergi, tidak keluar dari wilayah aman dan nyaman kita, tetap tinggal dalam kegelisahan dan keresahan, terus mengeluh dan marah, atau justru bersungut-sungut dan merengut pada diri sendiri, orang lain, atau keadaan sekitar.

Pergi dan menghasilkan buah adalah pergi mewartakan kasih Tuhan, kuasa kebangkitan Kristus, kasih Tuhan yang mencipta dan membuahi kehidupan kita. Kita pergi, bukan sebagai hamba, bukan sebagai orang upahan, tapi sebagai kecintaan, pilihan, pewaris kerajaan, andalan dan sahabat kepercayaan Tuhan! “Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku” (Yoh 15:15).

Kita tidak berhenti untuk mewartakan kasih- Nya hanya karena merasa lemah, tidak mampu, banyak rintangan, serta beban dalam beriman dan mencinta. Dalam diri kita, ada cinta yang disegarkan dan selalu dimurnikan Roh Kudus, Tuhan dalam diri kita.

Dengan berada di dalam Yesus yang adalah kasih dan kuasa Allah dan diurapi Roh Kudus- Nya, kita mengalahkan dunia dan hidup kita. Kita berbuah melampaui perhitungan kita, karena Tuhan memberkati kita. Dia yang memanggil dan memilih kita adalah Allah yang setia! (RBP/hidupkatolik.com)

 

Woiii, umat Paroki Servatius. Kalo pada punya berita apa kek, poto apa kek, kegiatan apa kek, mao nyang lingkungan, apa nyang kategorial bisa ditongolin di media, kirim aja ke : parokisantoservatius@gmail.com

 :