Renungan 25 Mei 2015


Tangan Tuhan - Foto : Istimewa

Banyak orang kaya tidak suka mendengar sabda Yesus tentang sulitnya mereka masuk ke dalam Kerajaan Allah. Sabda itu lebih menunjukkan keprihatinan Tuhan dengan gaya hidup banyak orang kaya. Mereka yang memiliki lebih banyak (harta) seharusnya lebih mampu berbagi dengan sesama yang membutuhkan bantuan konkret. Seorang kaya yang tidak peka dan enggan berbagi tidak pantas bagi Kerajaan Allah. Mengapa? Karena Kerajaan Allah adalah sebuah situasi dimana kebenaran, keadilan, cinta dan kasih saying dipraktikan; dimana orang saling merawat dan membantu demi terwujudnya kesejahteraan bersama.

Indikasi seorang murid Tuhan yang sejati, selain mengikuti-Nya tanpa syarat, juga berani melepaskan segalanya tanpa syarat, hidup dalam semangat berbagi dengan sesama. Ketimpangan sosial-ekonomi masa kini bukan karena Tuhan tidak peduli, tetapi kita yang tidak rela berbagi. Jadi, orang kayalah yang paling mudah masuk ke dalam Kerajaan Allah karena punya kesempatan berbagi. Yesus menunjukkan bagaiamana Ia yang kaya rela menjadi miskin, agar kita menjadi kaya dalam kemiskinan-Nya (bdk.2Kor. 8:9). Tuhan datang agar kita hidup dalam kelimpahan (bdk. Yoh. 10:10), dan dalam kelimpahan itu kita bisa berbagi dengan sesama. (RBP/hidupkatolik.com)

 

 

 

 

 

 

 

 

Woiii, umat Paroki Servatius. Kalo pada punya berita apa kek, poto apa kek, kegiatan apa kek, mao nyang lingkungan, apa nyang kategorial bisa ditongolin di media, kirim aja ke : parokisantoservatius@gmail.com

 :