[Renungan 8 Juli 2015] Pemberi Kuasa


Mat 10:1-7

Seorang penguasa harus memberi kuasa kepada orang yang mampu menggunakan kekuasaan itu dengan bijak. Seperti Firaun yang memberikan kuasa kepada Yusuf untuk mengatasi bencana kelaparan di Mesir, Allah Bapa mengutus Yesus untuk menyelamatkan seluruh umat manusia dengan kuasa ilahi. Ada kesamaan dalam perutusan Yusuf dan Yesus.

Kisah Yusuf dalam Perjanjian Lama menggambarkan Kristus secara tersembunyi. Kita dapat mencermati segala hal yang terjadi kepada Yusuf dan Yesus. Yusuf dikasihi Yakub, ayahnya, tetapi dibenci saudara-saudaranya. Yesus dikasihi Allah Bapa, tapi juga dibenci orang-orang yang juga saudara-saudara-Nya. “Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari se mula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.” (Rom 8:29).

Untuk meneruskan dan menggenapi Perjanjian antara Allah dan manusia, Yesus memanggil dan mengutus kedua belas murid, agar memberitakan Kerajaan Allah. Ia memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh jahat dan melenyapkan segala penyakit. Berkat pembaptisan kitapun diberi kuasa untuk mewartakan iman dan keselamatan dari Allah. Apakah kita sudah menggunakan kekuasaan dari Allah dengan bijak? (RBP/hidupkatolik.com)

Woiii, umat Paroki Servatius. Kalo pada punya berita apa kek, poto apa kek, kegiatan apa kek, mao nyang lingkungan, apa nyang kategorial bisa ditongolin di media, kirim aja ke : parokisantoservatius@gmail.com

 :