Mengapa Pemindahan Patung Devosi Dilaksanakan Dengan Prosesi Perarakan ?


Gereja Santo Servatius memiliki patung Bunda Maria yang baru untuk ditempatkan di Saung Maria. Awalnya patung baru berukuran besar tersebut diletakkan di dalam gereja. Kemudian pada Sabtu, 21 April 2018 pukul 06.30 dilaksanakan Ibadat Prosesi Pemindahan Patung Bunda maria Fatima yang baru dari dalam gereja ke Saung Bunda Maria Fatima. Kegiatan ini diikuti oleh Para Devosan, Krida Wibawa, dan umat.

Persiapan prosesi dimulai pada pagi hari setelah misa pagi dengan ibadat doa Rosario dan bacaan rohani dari buku rahasia Rosario karya St. Louis Marie de Montfort untuk mempersiapkan hati segenap umat dan para devosan yang hadir dalam melaksanakan prosesi perakan patung devosi Bunda Maria Fatima yang baru dan bermahkota indah. Setelah Ibadat selesai Rm. Agustinus Purwantoro, SJ. memberkati Skapulir Cokelat dan mengalungkan pada para petugas yang akan mengangkat patung devosi. Selanjutnya sekapulir cokelat dibagikan kepada segenap umat yang hadir untuk mengikuti perarakan.

Sebagai informasi Patung Devosi Bunda Maria yang baru ini mempunyai tinggi 265 Cm termasuk mahkota indah di atas kepala Bunda Maria, lebar 70 Cm, tebal 65 Cm dengan berat 150 Kg yang dapat dimaknai sebagai 150 butir Salam Maria dalam Doa Rosario suci. Dalam prosesi ada 2 (dua) patung yang diangkat ke Saung dengan perarakan, yaitu :

  1. Patung Devosi Bunda Maria Fatima yang lebih kecil pada tandu yang telahdihias indah dengan rangkaian bunga mawar merah dan putih serta bunga-bunga kecil lainnya dalam aneka warna, tandu ini oleh 4 (empat) orang.
  2. Patung Devosi Bunda Maria yang baru diangkat oleh 10 orang umat secara bergantian mengikuti patung devosi pertama, Rm. Agustinus Purwantoro, SJ berada di depan sambil memberkati umat di kiri kanan jalan dengan percikan air berkat dan sepanjang jalan yang dilalui menuju Saung Bunda Maria Fatima.

Segenap umat yang hadir di sepanjang jalan perarakan menyanyikan lagu-lagu pujian bagi Bunda Maria. Rangkaian Doa Salam Maria didarasakan mengiringi peletakan Patung Devosi yang baru dan didoakan Litani Santa Perawan Maria sebagai penutupan prosesi. Terjawablah sudah mengapa sebaiknya pemindahan patung devosi dari gereja ke saung harus dilakukan dengan prosesi perarakan dengan khidmat, penuh hormat dan sikap hati yang saleh, karena kehadiran patung Bunda Maria Fatima yang baru akan menjadi sarana untuk meningkatkan devosi kepada St. Perawan Maria sebagai Ratu Surga dan pengantara segala rahmat dari pada Putranya, Tuhan kita Yesus Kristus,

Penulis: Antonius Marwanto (Lingkungan Theresia Lisieux)

Foto: Hari Wibowo

Woiii, umat Paroki Servatius. Kalo pada punya berita apa kek, poto apa kek, kegiatan apa kek, mao nyang lingkungan, apa nyang kategorial bisa ditongolin di media, kirim aja ke : parokisantoservatius@gmail.com

 :