Kisah Samuel Memimpin Israel


Kisah bangsa Plihan Tuhan disebut Yahudi itu memang penuh sensasional dan dramatik.

Pertempuran demi pertempuran dengan bangsa Filistin...suksesi Kepemimpinan mencari Raja jadi problematik.

Kisah Samuel jadi Pemimpin Israel cukup menarik. Elkana punya 2 Istri Hana dan Penina . Penina punya anak sedang Hana tidak. Hana berseru kepada Tuhan agar diberi Anak. Hana terus berdoa. Imam Eli menyangka Hana mabuk karena bibirnya komat-komit..padahal Hana lagi berdoa.

Penantian 1 tahun dengan doa terus menerus membuahkan hasil dan lahirlah SAMUEL dari rahim Hana.

Samuel remaja dan besar dibimbing Imam ELI agar jadi Pelayan Tuhan dan Samuel merespon dengan baik.

Samuel mengangkat anaknya Yoel dan Abia jadi Hakim atas bangsa itu. Sayang hidup Yoel dan Abia berbeda dengan Ayahnya Samuel. Anaknya rakus akan duit..menjauh dari Tuhan. Terima suap dan tidak berlaku adil. Samuel gagal mempersiapkan anaknya jadi penerus memimpin bangsa yang terkenal dengan Tegar Tengkuk itu.

Bangsa ini jenuh dan menghendaki seorang Raja. Samuel berdoa kepada Tuhan dan Saul suku dari Benyamin yang gagah dan ganteng diurapi Samuel jadi Raja Israel.

Hana dan Samuel menjadi tokoh sentral pelajaran tadi malam. Kisah Ibu dan anak ini memang didera pergumulan. Mereka menjadikan TUHAN sebagai jawaban atas pergumulan itu.

Doa Hana minta anak dan Samuel minta Raja atas bangsa itu semua dikabulkan Tuhan. Kekuatan doa menjadi Kebutuhan Hana dan Samuel.

Bagaimana dengan kita? Sudahkah doa menjadi kebutuhan seperti Hana dan Samuel lakukan?
Semoga kita bisa belajar dari kisah Ibu dan anak itu.

Eliamen Saragih Sumbayak

Woiii, umat Paroki Servatius. Kalo pada punya berita apa kek, poto apa kek, kegiatan apa kek, mao nyang lingkungan, apa nyang kategorial bisa ditongolin di media, kirim aja ke : parokisantoservatius@gmail.com

 :