World Cleanup Day ala Pepulih, Laskar Musa dan Kampung Sejahtera Hijau (KASEHI)


Menjaga kebersihan di lingkungan sekitar harus menjadi budaya sehari-hari di dalam masyarakat. Kampanye budaya bersih harus terus dilakukan agar menjadi nilai -nilai keseharian di dalam masyarakat.

Bertepatan dengan perayaan World Cleanup Day yang di peringati pada 15 September 2018, sekira 113 orang dari Pepulih dan Laskar Musa bersama Kampung Sejahtera Hijau (KASEHI) turut membersihkan sampah di lingkungan sekitar Giant Jatiwaringin tepatnya di jalan Sejahtera  RT 005 / 003 Bekasi. 

Peserta yang terdiri dari anak usia 6 tahun sampai 68 tahun sangat antusias memperingati World Cleanup Day. Dengan membawa karung, para peserta kegiatan ini berjalan kaki sambil memungut sampah yang ada di sekitar lingkungan.

Secara rinci, sampah yang dikumpulkan terdiri dari 44.9 kg sampah yang tidak bisa didaur ulang (Anorganik) dan 82.6 kg sampah yang bisa didaur ulang (Organik). Total sampah perkiraan 127.5 kg. Sampah-sampah ini kemudian diserahkan ke dinas Lingkungan Hidup untuk dimusnahkan dan sebagian lagi didaur ulang.

Harapan dari Pepulih dan Laskar Musa bersama Kampung Sejahtera Hijau (KASEHI) ingin memberikan impact yang positif kepada masyarakat dengan memulai kebiasaan menjaga kebersihan dari hal kecil seperti saat jalan pagi sambil memungut sampah dan kegiatan gotong royong dilingkungan sekitar. perilaku menjaga kebersihan lingkungan sekitar harus menjadi habit. Kegiatan seperti World Cleanup Day ini diharapkan tidak berhenti dan akan terus berlanjut dalam kehidupan sehari-hari.

"Kami tidak takut kotor, tapi yang kami takutkan negeri ini kotor dengan tumpukan sampah-sampah itu. 

Mari sadar dan mulai ambil sampah mu !! "

Liputan Oleh: Iwan Setiawan 

Penulis: Gregorius Aldi

Woiii, umat Paroki Servatius. Kalo pada punya berita apa kek, poto apa kek, kegiatan apa kek, mao nyang lingkungan, apa nyang kategorial bisa ditongolin di media, kirim aja ke : parokisantoservatius@gmail.com

 :