Renungan 26 Mei 2019: Kehadiran Penolong


              Di tengah situasi sulit dan penuh tantangan, kehadiran penolong sangat penting. Penolong hadir untuk menyelamatkan dan keluar dari kesulitan dan tantangan. Penolong mengetahui apa masalah dan solusinya. Pastilah penolong itu membawa orang kepada kebaikan dan damai sejahktera. Itulah janji Yesus sebelum Dia meninggalkan para murid. Bagaimana kehadiran penolong ini bisa kita renungkan dan resapkan dalam hidup sehari-hari?

              Yoh. 14: 23-29 memuat pesan-pesan penutup Yesus dalam Perjamuan Terakhir. Ini dimulai dengan pertanyaan Yudas (bukan Iskariot): mengapa Yesus akan menyatakan diri kepada mereka, yakni murid-murid itu, dan bukan kepada dunia (ayat 22). Maksudnya, mengapa ada perbedaan antara murid-murid dan "dunia". Dunia” ini menunjuk kepada kekuatan-kekuatan jahat atau gelap. Diberitahukan bahwa Yesus dan Bapa akan tinggal bersama dengan para murid yang mengikuti Firmannya, bukan kepada dunia yang tidak mengikuti FirmanNya. Firman ini menunjuk kemana? Bukan ajaran-ajaran Yesus selama ini, tapi menunjuk kepada perintah baru Yesus. Apa perintah baru Yesus? Supaya para murid saling mengasihi. Inilah warisan paling mendalam dari Yesus.

Bagaimana semua itu bisa mewujud dalam hidup para murid? Yesus memanggil Sang Penolong yaitu Roh Kudus. Dialah yang membantu mereka untuk mewujudkan dalam diri para murid. Penolong itu adalah kekuatan yang makin hadir dalam diri para murid. Bagaimana wujud konkretnya? Injil Yohanes tidak menceritakannya. Lukas menceritakannya dalam Kisah Para Rasul. Jelas bahwa kehadiran kekuatan Yang Mahakuasa itu dirasakan dan dialami.

Kehadiran Sang Penolong itu ada bersama para murid, bukan sendiri-sendiri. Dengan ini mau ditegaskan bahwa Sang Penolong itu bukan monopoli. Yesus memanggilnya untuk hadir bersama dengan para murid dan mereka yang percaya akan kabar baik Yesus.

Pada saat ini kita diajak untuk mengenali dan menyadari kehadiran Sang Penolong di himpunan orang-orang yang percaya, bukan pada masing-masing orang. Himpunan orang yang berkumpul untuk dikuatkan dan dikembangkan. Dalam himpunan umat yang percaya sang Penolong – Roh Kebenaran hadir. Misalnya, dalam perayaan Ekaristi, dalam doa bersama di lingkungan, doa bersama di keluarga-keluarga.

Tuhan Yesus, semoga kami dapat semakin mengenali dan menyadari kehadiran Sang Penolong – Roh Kudus sendiri dalam hidup kami sehari-hari. Amin. (War, 26 Mei 2019)

 

Woiii, umat Paroki Servatius. Kalo pada punya berita apa kek, poto apa kek, kegiatan apa kek, mao nyang lingkungan, apa nyang kategorial bisa ditongolin di media, kirim aja ke : parokisantoservatius@gmail.com

 :