Klakson Series (5): Perban Terakhir


Oleh: Prasetyo Nurhardjanto

I go of my free choice, with the blessing of obedience.” ? Mother Teresa

 

Kolkata, Rabu 25 September 2019

Kegiatan kemarin relatif rutin. Saya bangun pukul 04.00, membaca sosmed, bersih-bersih dan berangkat untuk misa harian di Mother Teresa House. Jarak antara hostel ke sana sekitar 1,6 km. Kalau naik taksi tembakan Rs 50-60. Naik transportasi online Uber, juga tidak jauh berbeda. Namun saya selalu memilih jalan kaki. Sekitar 30 menit, menyusuri jalanan yang bergelimpangan gelandangan tak berpakaian, tidur di atap emperan. Pemandangan yang mengenaskan. Laki-laki, perempuan, maupun anak-anak.

Usai misa, saat briefing pagi, ada perpisahan kecil dengan relawan asal Cina yang  bertugas terakhir Selasa kemarin. Ada tradisi di mana yang akan pulang, maju dan kami semua bernyanyi :


We thank you, from my heart,
We love you, from my heart,
We miss you, from my heart.

Lagu yang singkat namun mengharukan. Setelah itu kami semua membungkuk hormat kepada relawan tersebut. Tak lama, kami berpencar. Saya tetap ke Kalighat. Perlu naik bis selama 45 menit untuk mencapai panti Kalighat. Tiba di sana, berganti pakaian. Lalu saya keliling para pasien sekedar menyapa mereka. Di ruang pojok yang agak terpisah, saya nelihat ranjang yang kosong. Saya bertanya kepada salah satu staf, dimana pasien itu? Dia menjawab pelan, "Tadi malam sudah berangkat ke surga. Siang nanti akan dikremasi secara Hindu." Sontak saya ke ruang jenasah,menemui pasien yang Senin lalu luka-lukanya saya rawat, terbungkus kain putih. Ternyata itu perban terakhir yang membalut tubuhnya.


Setiap jenasah memang akan dirawat sesuai agamanya; jarang sekali diantara mereka yang beragama Katolik. Saya melanjutkan pekerjaan yang hari kemarin menjadi terasa sangat panjang. Ia telah memilih kehidupannya dan taat, sampai kematian menjemput jiwanya. RIP.

Woiii, umat Paroki Servatius. Kalo pada punya berita apa kek, poto apa kek, kegiatan apa kek, mao nyang lingkungan, apa nyang kategorial bisa ditongolin di media, kirim aja ke : parokisantoservatius@gmail.com